sebalik lipatan selimut......???


Bismillahirrahmanirrahim..........


Musuh? “Musuh dalam selimut” , “Pisau dalam Lipatan”. Banyak bahasa bahasa kiasan mentafsirkan tentang musuh. Dan lazimnya musuh itu sesuatu yang bersifat keji, zalim dan sebagainya yang tidak menepati kehendak moral kita dan juga moral Islam. Juga tidak menolak, ia tidak menepati setiap moral agama yang ada.

Pernah diperdengarkan kepada saya, bersabarlah apabila dimusuhi, usahlah dibalasi juga dengan permusuhan. Kerna memusuhi itu ibarat seperti kuasa dendam yang bisa merosakkan hati, merosak keindahan wajah, meruntuhkan kewibawaan jati diri. Aduh kasihani si dia yang memusuhimu, kerna hatinya sudah rosak, wajahnya sudah hodoh, kewibawaannya sudah runtuh. Ibarat karatnya dawai bisa meracuni tubuh  apabila tertusuk olehnya. 

Walau bagaimana pun tidak juga musuh itu harusnya sentiasa diperangi dengan kekerasan, kadang2 musuh itu diperangi dengan kelembutan. Sepertinya air yang bersifat lembut bisa menghakis batu yang keras sifatnya.

Kapan adanya permusuhan? Memusuhi kerna kekayaan, memusuhi kerna kejayaan, memusuhi kerana kedegilan, memusuhi kerna keegoan. Tapi itulah kehidupan, tanpa musuh kita tak mungkin kuat, tanpa musuh kita tak mungkin bisa jadi baik. Tapi usahlah sekali-kali berusaha menghadirkan permusuhan kerna sebagai mukmin kasih mengasihi, sayang menyayangi begitulah sifatnya.

Apakah mungkin ada yang menyetujui bahawa, musuh itu sebenarnya hadir dari diri kita sendiri. Mungkin juga tidak atau pun musuh itu adalah diri kita sendiri. Musuh itu rekaan diri kita sendiri. Kita yang mencipta musuh. Hanya taqwa kepada Allah bisa memadamkan nadi2 permusuhan itu. 

Wallahu'alam.

Comments

Popular Posts